Loading...

Sabtu, 05 Februari 2011

Malam Pertama

Assalamu Alaikum...Apa kabar saudara(i) ku? 
Semoga selalu dalam lindungan Allah...

Kupersembahkan kepadamu nasehat ini sebagai hadiah kecil dariku
Semoga bermanfaat...
Untuk dijadikan bahan renungan kita...
Untuk merenungkan indahnya MALAM PERTAMA
Tapi bukan malam penuh kenikmatan semata.
Bukan MALAM PERTAMA masuk ke peraduan Adam dan Hawa.
Melainkan malam pertama kita dengan sang maut.
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis saudara dan keluarga kita

Hari itu...mempelai sangat dimanjakan...
Mandipun harus dimandikan.
Seluruh tubuh terbuka...tak ada sehelai benang pun menutupinya.
Tak ada sedikit pun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Kemudian lubang-lubang itu pun disumbat dengan kapas putih.

Itulah sosok kita...
Itulah jazad kita waktu itu...

Setelah dimandikan, wewangian ditaburkan...
Kkita pun dipakaikan gaun indah berwarna putih
Kain itu...jarang orang memakainya
Karena bermerek dan sangat terkenal...bernama kafan...
Kita pun diantarkan dengan iringan-iringan saudara dan keluarga.
Menuju ruangan sempit lagi gelap di liang lahat.

Sudah siapkah kita menghadapi MALAM PERTAMA kita???
Malam pelepas segala kenikmatan...
Tak ada yang menemani...
Tak berlaku lagi kata penyesalan...

tetesan air mata penyesalan

Jumat, 04 Februari 2011

Kehidupan Yang Pertama


"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu'minun : 12-14)
"Sesungguhnya setiap orang diantara kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah(air mani), kemudian menjadi ‘alaqoh(segumpal darah) selama waktu itu juga (empat puluh hari), kemudian menjadi mudhghoh(segumpal daging) selama waktu itu juga, lalu diutuslah seorang malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya dan ia diperintahkan menulis empat kalimat: Menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan nasib celakanya atau keberuntungannya..." (HR. Bukhori & Muslim)

Kita tak pernah menyangka bahwa ternyata di dalam organ tubuh manusia ada kehidupan, padahal kita sendiri pernah hidup di alam tersebut. Bahkan di situlah awal kehidupan kita sebelum bertemu dengan dunia yang fana ini beserta seluruh isinya.Alam RAHIM...aku, kamu,dia, mereka, dan semuanya...pernah hidup di sana...Menjalani aktivitas sehari-hari selama 9 bulan. Tapi kita tak pernah sadar akan hal itu. Semua berlalu begitu saja, tanpa berbekas dan tak teringat sedikit pun.
Sungguh besar kekuasaan Allah yang membuat rancangan sedemikian rupa, menghidupkan kita di dalam rahim kemudian memberi kesempatan kepada kita menikmati kehidupan dunia.Dan...masih ada lagi satu kehidupan yang akan kita jumpai setelah ini...yaitu kehidupan yang kekal di Akhirat.

Pada dasarnya kehidupan manusia terbagi 3 fase :
  • Fase kehidupan yang pertama, yaitu kehidupan di alam Rahim
  • Fase kehidupan yang kedua, yaitu kehidupan di Dunia fana
  • Fase kehidupan yang ketiga, yaitu kehidupan di alam Akhirat

Sejak awal terbentuknya manusia di dalam rahim, sudah ada kehidupan di sana. Mulai dari aktivitas benda kecil "sperma" yang mendatangi sel telur untuk dibuahi, proses penyatuan, perkembangannya dari minggu ke minggu, hingga sempurna berbentuk manusia dan lahir ke dunia untuk melanjutkan fase kehidupan yang kedua.
Kita bisa mengingat kembali kehidupan kita di dalam rahim ibu kita, sebelum kita terlahir ke dunia ini seperti saat ini. Ternyata kita berasal dari setitik cairan yaitu air mani yang berasal dari ayah kita, yang ditanamkan pada rahim ibu kita. Pada saat terjadi pembuahan di dalam rahim ibu, itulah awal kehidupan kita. Hitungan hari ke hari, dari hari ke minggu, minggu ke bulan, hingga cukup 9 bulan kita hanya berputar-putar di dalam rahim ibu yang begitu sempit, sampai-sampai kita tidak leluasa bergerak. Tidak seperti saat ini...kita bisa ke mana saja sesuka kita, bahkan terkadang kita lupa pulang ke ibu kita yang pernah membawa kita di dalam perutnya selama 9 bulan. Hanya karena kita sibuk dengan aktivitas kita di kehidupan yang kedua ini. Menghabiskan banyak waktu di luar sana, meskipun mungkin tidak begitu penting.

Pernah kah kita mengingat, betapa repotnya ibu yang mengandung kita, melahirkan kita, kenudian merawat kita? Pernahkah kita bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita?
Saya ingin mengajak diri saya dan siapa saja yang membaca tulisan ini, untuk mengingat kembali kehidupan kita yang pertama yaitu di alam rahim. Semoga kita menjadi manusia-manusia yang bersyukur dan lebih dekat kepada pencipta kita...

Berikut kehidupan kita di alam rahim :
Minggu pertama
Kehidupan kita belum jelas. Masih menunggu pembuahan antara sel sperma dari ayah dan sel telur pada ibu.
Minggu kedua
Pembuahan terjadi di akhir minggu kedua.Sel telur yang telah terbuahi membelah menjadi dua. Sambil terus membelah, sel telur bergerak menelusuri saluran yang disebut falopi menuju rahim.
Minggu ketiga
Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim. Di sinilah kita akan mulai dibentuk menjadi manusia yang utuh.
Minggu keempat
Kita sudah mulai berbentuk manusia. Otak kita sudah dibentuk, termasuk tulang belakang dan jantung.
Minggu kelima
Organ dalam kita sudah mulai dibentuk, seperti usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Minggu keenam
Jantung kita mulai berdetak, sistem pencernaan sudah dibentuk dan pucuk-pucuk kecil yang akan membentuk lengan dan kaki sudah muncul.
Minggu ketujuh
Akhir minggu ketujuh, pucuk lengan telah terbagi menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil, jantung sudah terbagi atas bilik kanan dan kiri, begitu pula saluran udara yang terdapat pada paru-paru.
Minggu kedelapan
Ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Saluran yang menghubungkan paru-paru dan tenggorokan mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan sudah mempunyai siku.
Minggu kesembilan
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Di minggu kesembilan ini kita baru mulai bergerak.
Minggu kesepuluh
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerja sama, pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, sel saraf sudah diproduksi. Saat ini kita sudah menyerupai manusia kecil.
Minggu kesebelas
Kuku jari tangan dan kaki mulai tumbuh. Di usia ini juga kita sudah mulai pandai menguap, seperti layaknya orang mengantuk. Gerakan demi gerakan sudah mampu kita lakukan, seperti gerakan tangan dan kaki, termasuk menggeliat dan meluruskan tubuh serta menundukkan kepala. Bahkan kini kita bisa merubah posisi dengan berputar dan menggulung badan, yang terkadang membuat ibu kita kesakitan pada bagian perutnya sekaligus menyenangkan baginya.
Minggu kedua belas
Bentuk wajah kita sudah sempurna. Mulai penyempurnaan seluruh organ tubuh, termasuk usus sudah berada di dalam rongga perut kita.
Minggu ketiga belas s/d minggu keempat belas
Penambahan besar kepala dan badan, termasuk penyempurnaan seluruh organ tubuh.
Minggu kelima belas
Kita sudah mampu menggenggam tangan dan mengisap ibu jari, namun kelopak mata masih tertutup.
Minggu keenam belas
Tulang kita saat ini sudah kuat dan kita sudah mampu mendengar suara dari luar. Kalimat lembut ibu dan ayah yang menyapa kita sudah bisa kita dengar dan terkadang kita merespon dengan tendangan pada dinding perut ibu.
Minggu ketujuh belas
Rambut, kening, dan bulu mata kita mulai tumbuh.
Minggu kedelapan belas
Kita terkadang terkejut jika mendengar suara keras. Kita juga sudah mampu melihat cahaya yang disenterkan pada dinding perut ibu.
Minggu kesembilan belas
Otak kita sudah dipenuhi jutaan saraf sehingga kita sudah mampu melakukan gerakan sadar, seperti mengisap jempol
Minggu kedua puluh
Kuku kita mulai tumbuh di minggu ini. Pigmen kulit kita sudah mulai terlihat. Proses penyempurnaan paru-paru dan sistem pernafasan sedang  berlangsung.
Minggu kedua puluh satu
Jenis kelamin kita sudah bisa diketahui oleh ibu maupun dokter yang sedang memeriksa ibu dengan USG.
Minggu kedua puluh dua s/d minggu kedua puluh tiga
Produksi sel kulit lebih banyak. Kita juga memiliki kebiasaan berolahraga, seperti menggerakkan otot jari kaki dan tangan, serta lengan dan kaki secara teratur.
Minggu kedua puluh empat
Paru-paru kita sudah mulai mengambil oksigen, meskipun kita masih menghirup udara melalui plasenta dari ibu.
Minggu kedua puluh lima
Kita latihan bernafas dengan menghirup dan mengeluarkan kembali air ketuban, jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak maka kita akan cegukan.
Minggu kedua puluh enam
Retina mata sudah mulai terbentuk sehingga kita sudah bisa mengedipkan mata. Di minggu ini kita sudah mulai menyukai irama yang diperdengarkan ibu, seperti musik ringan dan senandung Al Qur'an.
Minggu kedua puluh tujuh
Indera perasa mulai terbentuk. Terkadang kita menelan air ketuban yang mengelilingi kita.
Minggu kedua puluh delapan
Kepala kita sudah mulai mengarah ke bawah.
Minggu kedua puluh sembilan s/d minggu ketiga puluh
Pertambahan bobot semakin jelas. Mata kita sudah mampu terbuka dengan sempurna, bahkan sudah bisa melirik ke sana ke mari. Telah terjadi juga produksi air mata.
Minggu ketiga puluh satu s/d minggu ketiga puluh enam (atau minggu keempat puluh)
Bentu tubuh kita sudah sempurna, bahkan wajah kita sudah menyerupai wajah ayah dan ibu kita. Saat ini kepala kita sudah berada di mulut rahim dan siap dilahirkan. Tubuh kita juga sudah siap berinteraksi dengan udara luar.

Mudah-mudahan setelah lahir kita menjadi manusia-manusia yang ingat akan penciptanya dan siapa yang telah melahirkannya. Ada janji yang telah kita sepakati dengan Allah sewaktu kita masih dalam kandungan, wajib kita tunaikan. Dalam QS. Adz Dzariyaat Allah mengingatkan kita bahwa kita diciptakan hanya untuk menyembah kepada-Nya.

Trima kasih atas komentarnya yang bersifat membangun, untuk memperbaiki tulisan-tulisan berikutnya.